Siswa Pencinta Alam SMU Negeri 4 Bantimurung Maros

KUBAKTIKAN HIDUP, JIWA, DAN RAGAKU KEPADA ALAM DAN PENCIPTANYA
Showing posts with label Alamku. Show all posts
Showing posts with label Alamku. Show all posts

LACOLLA


Malaka - Cenrana Baru, Lacolla adalah satu dari sekian banyak air terjun di Kabupaten Maros, air terjun ini berada di desa Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, yang tak jauh dari bukit Kannari. Aliran air terjun ini terdiri dari beberapa tingkat atau terdiri dari beberapa susun tebing atau yang dilewati derasnya dari mata air bukit malaka.

Selain keindahan dari air terjun yang ada, anda juga dapat menikmati suasana permandian di bebatuan yang disekitarnya terdiri dari beberapa tebing.


Air Terjun yang terdiri dari beberapa bagian ini sering dikunjungi oleh para pengurus Sispala Butterfly yang sedang melaksanakan Camping Bersama, bertualang, maupun berekreasi pada waktu senggang.


Untuk menuju ke lokasi ini, anda cukup mengikuti jalur atau route dari bukit kannari (ikuti link), berhubung air terjun ini tidak jauh dari bukit tersebut yang kira-kira cuma memakan 10-20 menit perjalanan dari bukit tersebut.
Selengkapnya...
 

Kannari


Cenrana Baru - Cenrana, Bukit ini menawarkan keindahan alam yang sangat luas. Pemandangan di puncak terdapat beberapa hanya padang rumput yang begitu elok tatanannya sehingga tempat ini dapat memuat basecamp yang berjumlah cukup banyak untuk ditempat. Bukit Kannari ini terletak di dusun Cenrana Baru Kecamatan Cenrana yang dimana pada tahun 2001 adalah tempat perdana pengambilan scarf para perintis. Lokasi inipun kami rintis dengan tidak mudahnya, perlu persediaan sebelumnya beberapa penampungan air/jerigen untuk bekal ke puncak yang diambil di kaki bukit, berhubung di puncak bukit ini tidak terdapat mata air. Dan bukit ini menjadi salah satu alternatif tempat pengambilan scarf calon anggota sispala.



Untuk mencapai lokasi tersebut, anda cukup turun di jembatan gantung Dusun Kobae Kecamatan Camba, setelah melewati perkampungan, anda harus melewati pematang sawah untuk sampai ke badan jalan menuju kaki bukit tersebut, berhubung jika kita melewati jalan pengerasan sangatlah jauh jarak tempuhnya dan memakan banyak waktu.





Perkiraan waktu menuju ke kaki bukit kurang lebih 1,5 jam - 2 jam dan cukup 1 jam untuk melakukan pendakian menuju ke puncak bukit tersebut. Namun untuk melakukan perjalanan ke bukit ini anda dituntut sangatlah berhati-hati mengenai jalurnya, karena jalur yang sering kami buka sangat cepat tertutupi dengan beberapa tanaman liar disana, namun dengan semangat juang dan petualangan yang kita miliki, yakin kita akan mendapat puncaknya dan jangan lupa nikmati pemandangannya juga pada waktu di malam hari.
Selengkapnya...
 

Parribbakkang Taua


Bengo - Camba, Salah satu bukit yang mempunyai ketinggian dan pemandangan yang eksotik dan sangat menakjubkan di Kabupaten Maros. Tepatnya terletak di belakang Pasar Bengo Camba Kabupaten Maros. Tempat tersebut menjadi salah satu camp favorit Sispala Butterfly untuk melaksanakan pengambilan scarf bagi calon kepengurusan yang baru akan dikukuhkan.



Bukit tersebut dirintis oleh anggota Sispala Butterfly selain Bukit Kannari di daerah Cenrana Baru Kecamatan Cenrana, setelah menempuh perjalanan kaki selama 20 menit melewati jalan setapak dan pematang sawah, disana juga menawarkan keindahan sungai yang mata airnya sangat jernih berhubung sungai tersebut berada di ketinggian ditengah-tengah perjalanan.


Setelah melewati sungai, anda akan disuguhkan pemandangan menarik di sisi jalan setapak berupa pohon pinus. Lokasi tersebut juga sangat cocok dinikmati pada waktu malam pergantian tahun. Di puncak bukit tersebut kita dapat melihat langsung Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep dan Puncak Gunung Bulusaraung.


Kalkulasi waktu menuju ke puncak dengan rata-rata berjalan dengan santai hanya memakan waktu 1,5 jam - 2 jam saja dari jalan raya di Kecamatan Camba.
Selengkapnya...
 

Biseang Labboro' (Bislab)


Pattunuang - Simbang, Biseang Labboro' yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata petualangan yang didalamnya terdapat hutan, sungai, tebing dan gua-gua alam. Menjadi tempat menarik untuk aktifitas camping, climbing, caving atau hanya sekedar menikmati panorama alam, bermain di sungai, menyaksikan flora dan fauna khas yang terdapat di dalamnya.



Ciri khas Biseang Labboro' yg sering disingkat Bislab adalah disana terdapat sebuah batu yang konon dulu ceritanya sebuah perahu. Di zaman dahulu ada saudagar Cina datang untuk melamar seorang gadis yang sangat cantik di Samangki, sebelum melamar gadis tersebut saudagar bersumpah tidak akan kembali jika lamarannya ditolak, lantaran pada waktu itu saudagar ditolak lamarannya sehingga perahu yang mereka naiki menjadi batu dan terdampar (labboro').

Sispala Butterfly menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit untuk mencari ketenangan jika membutuhkan sebuah inspirasi, berhubung tempat wisata disitu tergolong masih sunyi karena belum memadainya fasilitas untuk menuju ke tempat tersebut yang memakan waktu 30 - 50 menit untuk berjalan kaki dari badan jalan. Sehingga menjadi alasan peminat untuk masyarakat umum masih kurang diminati padahal tarif dikenakan untuk biaya masuk termasuk golongan sangat murah dengan membayar Rp. 2.500,- per orang.

Kawasan yang terletak di Kecamatan Simbang ini tidak jauh dari Wisata Alam Bantimurung. Namun kealamian suasananya masih dapat dinikmati di lokasi tersebut.
Selengkapnya...
 

Bantimurung


Bantimurung merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki banyak obyek wisata alam yang mengagumkan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.  Dari pusat kota Maros, Bantimurung sudah dapat dijangkau dengan waktu kurang lebih 20 menit dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum atau sekitar 11 kilo meter dari pusat kota Maros, sedangkan kalau dari jantung kota Makasar kurang lebih berjarak 27 kilo meter.

Bantimurung memiliki kekayaan alam yang berlimpah dari indahnya petakan-petakan sawah yang indah dipandang, tebing-tebing curam yang terjal, hijaunya pegunungan yang elok, kupu-kupu yang beraneka ragam hingga air terjun dan goa-goa yang merupakan daya tarik utama pesona keindahan alam bantimurung. Masyarakat Bantimurung sendiri rata-rata bersuku Bugis, susunan rumah yang kita lihat sepanjang perjalanan menuju tempat wisata sangatlah bernuansa Bugis dengan tonggak rumah yang tinggi dan masyarakatnya yang dikenal ramah.

Ketika memasuki kawasan Bantimurung, dari kejauhan wisatawan disambut dengan tulisan yang menempel di dinding bukit kars. Kemudian setibanya di gerbang taman rekreasi ini, sepasang gapura selamat datang berhias kupu-kupu raksasa di atasnya menyambut dengan ramah, setelah itu diikuti patung kera yang juga berukuran jumbo. Ini menandakan Bantimurung merupakan habitat asli kupu-kupu dan kera.

Taman Wisata Alam Bantimurung secara umum bergelombang sampai berbukit-bukit. Batuan kapur membentuk bebukitan terjal di kanan kiri sungai. Daerah datar terletak di bagian selatan, tempat terdapatnya air terjun dan kolam. Daerah datar lainnya yang mempunyai panorama cukup menarik terletak di bagian utara taman wisata alam, dapat ditempuh melalui jalan setapak dari air terjun. Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae, antara lain; jambu hujan (Eugenia sp), jabon (Anthocepalus cadamba), pala-pala (Mangifera sp), enau (Arenga pinnata), centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.


1. Kawasan Air Terjun

Air terjun jatuh perlahan melalui batu cadas dari ketinggian 15 meter dan lebar 20 meter menyajikan nuansa alam yang khas. Selain pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk kegiatan mandi atau sekadar untuk merasakan percikan sejuk air pegunungan.

Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Di sebelah kiri air terjun terdapat jalan wisata dan tempat duduk permanen yang membatasi jalan dengan sungai, terusan dari air terjun. Biasanya pengunjung yang datang sekadar mengabadikan gambar panorama air terjun. Di sebelah kanan air terjun, terdapat areal yang cukup landai untuk berkumpul bersama keluarga dengan menggelar tikar sambil menikmati pemandangan. Pengunjung juga bisa duduk di bawah pepohonan rindang atau mandi di air terjun.

2. Kawasan Goa

Selain menikmati pesona air terjun Bantimurung, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa Mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal. Bening dan mampu memantulkan cahaya. Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada di alam mimpi.

Untuk menuju Goa Batu dibutuhkan stamina yang prima meskipun pengelola sudah membuatkan anak tangga setinggi 10 meter. Perjalanannya cukup jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Namun setelah tiba, segala kelelahan segera terbayar dengan pemandangan indah serta air terjun kecil yang begitu asri. Belum lagi keindahan di dalam goa dengan stalaktit dan stalagmite sepanjang lorong 30 meter.

3. Kingdom Of Butterfly

Pada 1856 – 1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu, termasuk kupu-kupu Bantimurung. Menurut Wallace, Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly karena ditemukan beragam spesies kupu-kupu langka yang jarang terdapat di daerah lain. Berbagai jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan tersebut antara lain dari family Saturnidae, Nocturnidae, Spingidae dan Nyphalidae.

Jenis kupu-kupu tersebut menurut para ahli hanya terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung. Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron dan Papilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.

Untuk menjaga kupu-kupu dari kepunahan, pemerintah setempat membuat penangkaran di lokasi ini, dan tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Selain penangkaran, ada juga museum kupu-kupu sebagai informasi dan pusat data kupu-kupu yang hidup di alam Bantimurung. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kupu-kupu indah Bantimurung yang sudah diawetkan dalam bingkai kaca dengan jumlah variatif. Oleh-oleh ini bisa dipajang di dinding rumah sebagai kenangan dan tanda bahwa anda sudah mengunjungi “Kerajaan Kupu-Kupu” di Bantimurung. Jadi dijamin anda tidak akan murung lagi jika berkunjung ke wisata alam Bantimurung ini

Source : iftfishing.com
Selengkapnya...